
Apa Penyebab Impotensi, Gejala & Cara Penanganannya
Dr. Johnny F Gosyanto
(Konsultan Medis On Clinic Indonesia)
Impotensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan fisik, gangguan psikologis, dan gaya hidup yang tidak sehat.
Impotensi merupakan momok bagi para pria terlebih yang sudah berumah tangga. Meski begitu, masih jarang sekali ada pria yang mau mengkonsultasikan masalah impotensi ini pada dokter. Padahal gangguan impotensi ini bisa diatasi dengan pengobatan dan treatment yang tepat.
Impotensi dapat mempengaruhi kualitas hidup, seperti stres, kurang percaya diri, dan masalah dengan pasangan. Jika Anda mengalami impotensi, sebaiknya segera bicarakan dengan dokter.
IMPOTENSI & PENYEBABNYA
Impotensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan fisik, gangguan psikologis, dan gaya hidup yang tidak sehat.
Faktor fisik
- Gangguan aliran darah ke penis
- Kerusakan saraf
- Gangguan hormon
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Penyakit diabetes
- Penyakit jantung
- Obesitas
- Kolesterol tinggi
- Cedera pada pembuluh darah arteri
- Kekurangan vitamin D

Faktor psikologis
Gangguan cemas (anxiety disorder), stres berlebih, depresi, masalah hubungan dengan pasangan.
Gaya hidup yang tidak sehat
Merokok, mengonsumsi alkohol berlebih, pola makan yang tidak sehat.

GEJALA IMPOTENSI
Gejala dari impotensi adalah sulitnya penis ereksi walaupun sudah mendapatkan rangsangan seksual. Misalnya kadang, penis mendapatkan ereksi tetapi tidak selalu setiap hubungan seksual atau tidak dapat mempertahankan ereksi selama hubungan seksual ataupun ejakulasi dini.
Selain itu gairah seks menurun, kesulitan mencapai klimaks, tidak bisa ejakulasi, rreksi loyo atau tidak keras.
Gejala impotensi dapat muncul secara tiba-tiba atau bertahap & dapat berbeda-beda pada setiap pria.
Impotensi adalah gangguan sistem reproduksi pria yang menyebabkan penis tidak bisa mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Impotensi dapat berdampak buruk pada kondisi psikologis penderitanya.
Impotensi ini rentan dialami oleh pria dari usia dini yaitu 30 tahun. Persentasenya ada sekitar 2% pria berusia 30 tahun yang mengalami, dan 50% dialami oleh pria berumur 60 – 80 tahun.
Untuk mendiagnosis adanya impotensi, dokter biasanya melakukan wawancara terhadap pasien dan bila pasiennya positif impotensi,maka dokter yang menangani akan segera memberikan pengobatan.
BISAKAH KEMBALI NORMAL?
Bila diobati dengan segera & pengobatan yang tepat, penderita impotensi bisa kembali normal. Biasanya disebabkan oleh faktor hormonal, faktor vaskuler ataupun faktor psikologi.
Baca juga : Cara Mudah Atasi Mr. P Loyo atau Impotensi
Contoh dari faktor vaskuler adalah penyakit darah tinggi hingga penyakit jantung, faktor hormonal seperti kekurangan hormon testosterone dan faktor fisiologis adalah seperti rasa cemas berlebih, depresi.
Semua faktor tersebut jika diobati dengan baik, diharapkan keadaan pasien dapat kembali normal.
Akan tetapi, jika impotensi tidak ditangani dengan baik, maka pasien akan merasa depresi karena tidak mendapatkan kepuasan seksual dan akan mengalami gangguan hubungan dengan pasangannya ataupun perasaan rendah diri. Bila disertai dengan penyakit-penyakit lainnya seperti gangguan darah, gangguan jantung tentu lebih dapat membahayakan pasien.