Tanya Jawab

Dear Dokter,
Saya wanita umur 29 tahun, sudah menikah selama 5 tahun dan sudah di karuniai seorang anak. Yang ingin saya tanyakan, mengapa setiap saya berhubungan suami istri dengan suami, saya tidak pernah merasa puas atau orgasme, bahkan saya merasa tidak bergairah dengan suami saya dokter. Apakah karena postur tubuh saya tinggi besar,sedang suami pendek kurus? Normalkah kondisi seksual saya? Apa solusi yang terbaik buat saya?

Terima kasih,
Wati – Tulungagung

JAWABAN


Yth. Ibu Wati,berdasarkan keluhan yang ibu rasakan, ibu menderita suatu keadaan yang disebut dengan “ANORGASME”, yaitu suatu kondisi medis yang ditandai dengan ketidakmampuan wanita untuk merasakan orgasme setelah rangsangan seksual yang cukup. Ada empat tahap dalam berhubungan seksual, yaitu :
1. Dorongan seksual
2. Rangsangan seksual
3. Orgasme
4. Resolusi
Orgasme adalah tahap dimana wanita akan merasakan kontraksi yang tidak disadari dan ritmis pada otot dasar panggul yang di sertai kenikmatan fisik yang hebat karena lepasnya tekanan. Ketidakmampuan untuk mencapai orgasme dapat menyebabkan penderitaan yang hebat pada seseorang dan ketidakpuasan dalam berhubungan seksual pada wanita yang mengalami anorgasme. Yang mengejutkan, kondisi ini sangatlah umum namun banyak wanita yang bahkan tidak mengetahui bahwa mereka mengalami kondisi ini. Ada tiga tipe Anorgasme wanita :
1. Anorgasme Primer (wanita yang tidak pernah merasakan orgasme)
2. Anorgasme Sekunder (wanita yang pernah mengalami orgasme namun sekarang tidak dapat merasakannya lagi)
3. Anorgasme Situasional (wanita yang hanya dapat mengalami orgasme pada situasi situasi tertentu, sewaktu oral seks atau masturbasi)
Pada banyak kasus, penyebab pasti dari anorgasme tidak diketahui pasti. Hal ini dapat disebabkan oleh stres, rasa cemas, hubungan yang tidak harmonis dengan pasangan atau rasa takut terhadap hubungan seksual. Saran saya kepada ibu Wati, cobalah bicarakan dengan pasangan anda mengenai kebutuhan dan prefensi seksual ibu, coba untuk mulai mengatasi tingkat stres dalam rumah tangga ibu. Bila semua itu sudah dilakukan dan belum berhasil maka saya anjurkan Ibu untuk berkonsultasi dengan dokter yang ahli dalam mengatasi hal ini. On Clinic Indonesia siap membantu anda untuk mengatasi problematik seksual tersebut.

Terima Kasih.

 


Salam kenal dokter, saya pria usia 26 tahun dan setiap berhubungan badan dengan istri tidak sampai 5 menit, apakah ini yang dinamakan ejakulasi dini? Saya aktif olah raga, tidak merokok dan tidak punya penyakit penyerta. Kalau iya, bagaimana solusinya dokter.

Terima kasih,
Johnny – Manado

JAWABAN


Salam kenal juga Johnny. Perihal ejakulasi dini kerapkali diperbincangkan pria kaula muda, baik mereka yang pengantin baru maupun yang pernah melakukan premarital intercourse. Patokan durasi waktu yang dikatakan dengan ejakulasi dini masih kontroversi dari banyak kalangan seksolog di berbagai belahan bumi. Istilah ejakulasi dini diartikan sebagai singkatnya durasi antara awal penetrasi dan capaian ejakulasi saat hubungan seksual yang menimbulkan ketidakpuasan seksual baik pria maupun wanitanya. Menurut Master dan Johnson, psikiater seksologi, ejakulasi dini sangat tergantung dari kepuasan pasangan mainnya, yakni tidak dapat memuaskan pasangannya sampai mencapai orgasme dengan frekuensi lebih dari 50% dari aktivitas hubungan intim mereka.
Defenisi lain oleh Fisher, psikiater seksologi, dikatakan ejakulasi dini apabila durasi yang dihitung mulai saat penetrasi sampai capaian ejakulasi berkisar dibawah 2 menit, ini dikarenakan terdapat 27 % wanita yang dapat mencapai orgasme diatas 1 menit. Namun, sebagian besar wanita (66%) membutuhkan waktu diatas 12 menit untuk mencapai orgasme, sehingga diambil reratanya bahwa wanita mencapai orgasme butuh waktu diatas 7 menit. Studi lain mengatakan ejakulasi dini terjadi jika genjotan penetrasi kurang dari 8-15 kali genjotan. Dari sini kita memahami berbagai pendapat seksologi menjelaskan waktu ini berbeda-beda, banyak variasi waktu, mulai kurang dari 2 menit, 3 menit, 4 menit, 5 menit, 7 menit, 12 menit, bahkan 20 menit.

Dari berbagai studi tentang ejakulasi dini, kami memberikan defenisi tersendiri secara klinis bahwa ejakulasi dini adalah suatu keadaan dimana seorang pria mencapai ejakulasi dalam waktu yang tidak dikehendaki dengan durasi waktu dihitung mulai saat penetrasi intravagina hingga capaian ejakulasi, mendahului capaian orgasme pasangannya, menimbulkan ketidak-puasan salah satu pihak (pria atau wanita) maupun keduanya, yang mana frekuensinya terjadi lebih dari 50% dari total hubungan seksual, minimal terjadi dalam 3 bulan terakhir, serta menimbulkan distres dan disharmonisasi rumah tangga. Menurut durasi, dibagi menjadi 5 kategori, yaitu: derajat Sangat Berat: apabila ejakulasi terjadi saat foreplay atau saat hendak penetrasi, derajat Berat: durasi antara awal penetrasi dan capaian ejakulasi kurang dari 1 menit atau durasi antara awal penetrasi dan capaian ejakulasi kurang dari 20 genjotan penetrasi dengan kecepatan genjot 1-3 detik per genjotan; derajat Sedang; durasi antara awal penetrasi dan capaian ejakulasi berkisar 1-7 menit; derajat Ringan; durasi antara awal penetrasi dan capaian ejakulasi berkisar 7-10 menit; serta ejakulasi dini relatif: durasi antara awal penetrasi dan capaian ejakulasi berkisar 10-20 menit yang mana dikeluhkan pasangan wanitanya.
Pembagian kategori tersebut gunanya untuk menentukan jenis terapi dan jangka waktu pengobatan. Terapi ejakulasi dini yang akan diberikan dapat berupa edukasi seksual, terapi psikoseksual, terapi perilaku seksual, dan mungkin pula dibutuhkan obat-obatan. Dengan bergaya hidup sehat, berolahraga rutin, tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, tidak narkoba, menghindari stres, istirahat cukup, berpikir positif, dan tidak dalam keadaan sakit, ini semua merupakan syarat awal untuk mendapatkan hubungan seksual yang memuaskan.Khusus kasus yang pak Johnny keluhkan sepertinya Anda menderita ejakulasi dini derajat sedang, namun harus dilihat penyebabnya apakah psikogenik atau organik. Untuk itu, kami anjurkan bapak segera konsultasi untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai. On Clinic Indonesia solusi tepat untuk mengatasi problematika seksual Anda. Terima kasih.

Salam hangat.

 


Halo Dokter,
Saya mau menanyakan masalah hubungan sex suami istri. Kami menikah sudah 3 tahun dan belum dikaruniai anak. Selama 3 tahun berumah tangga saya dan suami jarang berhubungan sex, kadang hampir 2 minggu sekali, itupun saya yang akhirnya minta. suami saya dingin dan tidak pernah ngajak saya berhubungan suami istri. Jika saya tahan untuk tidak minta bisa sampai 2 bulan tidak berhubungan sex. Kalau saya ajak suami selalu jawabnya capek, tidak mood, tapi kalau untuk main game dia semangat dan sangat mood.
Saya stres, sampai sering berfikir apakah dia selingkuh atau kami berpisah
saja? Bagaimana solusinya dok?

Terima kasih,
Sinta – Jakarta

JAWABAN


Ny Sinta di Jakarta, bercinta seharusnya menjadi hal yang paling diinginkan oleh setiap pasangan. Namun jika tiba-tiba perasaan itu hilang, artinya ada hal-hal yang memang telah membunuh gairah seksual pasangan suami istri tersebut. Salah satu keluhan yang kerap keluar dari mulut pasangan suami istri adalah pasangannya terkesan malas, pasangannya kurang mau merangsang atau dengan berbagai alasan lainnya.
Ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan gairah seksual ( libido ) mengalami penurunan, seperti :
Komunikasi yang buruk
Kesehatan fisik terganggu
Ketidak tertarikan secara fisik
Stres dan Depresi
Insomnia
Obat obatan
Obesitas
Problem Sexual ( Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi Dini )
Saran saya, karena sex itu penting untuk menjaga keharmonisan sebuah perkawinan, janganlah ibu terlalu jauh berfikir yang tidak tidak. Ada baiknya dikomunikasikan dahulu dengan baik kepada suami atau dikonsultasikan ke dokter apabila di perlukan. Kehangatan sebuah hubungan, tidak hanya ditemukan di atas ranjang, tetapi bisa juga melakukan kegiatan berdua yang tidak kalah mesra, seperti traveling, melakukan spa berdua atau mengenang kembali masa masa berpacaran dulu. Kalau hati nyaman dan senang, pasangan mana sih yang menolak bercinta ? Semoga bisa membantu.

Terima kasih,

 


Selamat siang Dokter.
Nama saya Dedi,umur 32 tahun. Saya rasa saya memiliki permasalahan dalam hal Ejakulasi Dini, sperma yang keluar sangat sedikit, semprotan sperma tidak kencang.
Saya penderita diabetes dan saya perokok berat. Pada waktu muda saya juga sering melakukan onani untuk mendapatkan kepuasan. Apakah hal tersebut berpengaruh dengan keadaan saya sekarang?
Saya ingin membahagiakan istri dan sampai sekarang kami belum diberi keturunan. Saya berfikiran bahwa sayalah penyebabnya, mohon bantuan dokter bagaimana solusinya yang terbaik untuk kebahagiaan keluarga saya.

Terima kasih
Dedi – Pontianak

JAWABAN


Selamat siang Pak Dedi, dalam kehidupan berumah tangga, problematika seksual pasti pernah akan didapatkan, entah itu suami mengalami ejakulasi dini, tidak ada minat seksual, ataupun gangguan ereksi. Begitu pula dengan sang istri, dapat mungkin pula terjadi hilangnya atau penurunan hasrat seksual, kurangnya lubrikasi, sulitnya orgasme, bahkan nyeri saat hubungan seks. Jika permasalahan tersebut timbul sesekali, tidak menetap, dan tidak mempengaruhi romantisme dan keharmonisan rumah tangga maka terapi obat-obatan belum begitu dibutuhkan dan masalah tersebut masih dapat dikesampingkan. Oleh karena itu, setiap masalah seks timbul, apapun ceritanya, alangkah bijaknya kita sharring kepada ahlinya, kepada dokter seksologi, yang akan memberikan ketegasan dan informasi apakah kita benar-benar mengalami gangguan seksual atau tidak.

Berbicara tentang ejakulasi dini, kami mengelompokkan ejakulasi dini menjadi 4 kategori, yaitu: Kategori I, apabila ejakulasi terjadi pada awal terangsang atau saat foreplay; Kategori II, durasi antara awal penetrasi dan ejakulasi kurang dari 1 menit; Kategori III, durasi antara awal penetrasi dan ejakulasi kurang dari 20 genjotan penetrasi dengan kecepatan genjot 1-3 detik/genjotan; Kategori IV, durasi capaian ejakulasi yang dihitung sejak awal penetrasi, kurang dari 10 menit dan pasangan wanitanya tidak mencapai orgasme lebih dari 50 % dari total frekuensi hubungan seksualnya. Keempat kategori ini harus disertai ketidakpuasan seksual dari sang pria maupun kedua belah pihak sehingga diperlukan terapi khusus. Namun, apabila ejakulasi terjadi lebih dari 10 menit tetapi pasangan wanitanya belum mendapatkan orgasme, maka diperlukan edukasi seksual, terapi psikoseksual, terapi perilaku seksual, dan mungkin pula pertimbangan terapi obat-obatan dari salah satu pasangan tersebut. Sedangkan apabila capaian ejakulasi dengan durasi lebih dari 20 menit, sangat dimungkinkan sang pria beresiko ataupun mengalami delay/prolonged ejaculation atau ejakulasi tarda.
Ejakulasi dini disertai dengan penurunan volume sperma juga dapat dijumpai pada penderita Diabetes Melitus (DM). Atasi penyakit penyertanya (kontrol indeks glikemik) merupakan hal utama penanganan masalah tersebut, akan tetapi kadang pula dibutuhkan obat-obatan yang dapat memperpanjang ejakulasinya. Sedangkan problem melemahnya pancaran ejakulasi dapat disebabkan karena semakin berkurangnya volume sperma yang dihasilkan. Namun, jika volume sperma lebih dari 1,5 ml tetapi pancaran ejakulasi masih melemah maka dapat dianjurkan program latihan kegel selama 12 bulan untuk meningkatkan pancaran ejakulasi. Sedangkan perilaku sering onani saat muda, belum ada bukti penelitian yang menjelaskan berdampak pada ejakulasi dini dan penurunan volume sperma dikemudian hari.
DM dan merokok jelas berhubungan dengan menurunnya mutu sperma, baik kuantitas maupun kualitasnya. Nah, dikatakan gangguan kesuburan apabila pasangan suami-istri belum mendapatkan momongan meskipun rutin melakukan hubungan seksual tanpa kontrasepsi selama 1 tahun. Apabila Pak Dedi termasuk dalam kategori tersebut, alangkah baiknya segera datang ke klinik reproduksi ataupun rumah sakit ibu dan anak, maupun langsung ke dokter andrologi serta dokter obstetri dan ginekologi.
Semoga keinginan Bapak untuk mendapatkan momongan segera terwujud serta masalah seksualnya dapat segera teratasi agar kehidupan rumah tangga Bapak tetap harmonis dan bahagia. Perihal problematika seksual, On Clinic Indonesia dapat membantu mengatasi hal itu. Terima kasih.

Salam hangat,

 


Telp : 1500-001 (pulsa lokal)   |   SMS : 085 5105 0005   |   WA : 0813-1492.2776   |   Email : info@onclinic.co.id   |    Fanspage : facebooktwitter
  |   Pelayanan bisa diberikan dalam bentuk konsultasi via telpon dengan team medis bila ada pasien yang malu, sibuk atau tidak punya waktu datang ke klinik.

ATAU